Liburan Akhir Tahun 2017 Ke Lombok , Bersama Teman-Teman Kantor

Liburan Akhir Tahun 2017 Ke Lombok , Bersama Teman-Teman Kantor

Tanggal 30 Desember 2017 sampai 01 Januari 2018 saya bersama teman-teman di kantor mengadakan liburan akhir tahun ke Lombok. Berikut saya akan menceritakan perjalanan saya dalam bentuk 3 hari 2 malam , jadi kalau kamu punya rencana melakukan liburan ke Pulau Lombok mungkin cerita saya ini dapat menjadi referensi .

 

Hari pertama dari Bandung ke Lombok

 

Di Bandung ada penerbangan langsung satu kali ke Lombok yang di sediakan oleh maskapai Citilink , pesawat yang saya tumpangi berangkat pukul 10.45 WIB . Saya berangkat dari Bandara Husein Bandung dan tiba di Bandara Internasional Lombok pada pukul 12.30 WITA , perjalanan Bandung-Lombok sekitar 1 jam 35 menit . Sebenarnya sih kamu dapat menggunakan maskapai lainnya sih untuk ke Lombok seperti Lion Air atau Garuda Indonesia tapi harus transit dulu di Surabaya atau Denpasar itulah beda nya dengan Citilink yang tanpa transit . Untuk tiket nya dari Bandung ke Lombok normalnya Rp 900.000.

 

Setibanya di bandara Internasional Lombok kami di jemput oleh tour guide, lalu kami di ajak untuk makan siang di restoran . Setelah selesai makan kami menuju desa Sukarara di Lombok tengah , di desa ini kami mendatangi toko yang menjual kain songket dan tenunan Lombok. Hasil tenunannya bagus-bagus loh !! , tapi harga nya juga tidak murah sekitar ratusan ribu hingga jutaan rupiah , Yah maklum lah hasil tenunan tangan para pengrajin ini sendiri.

wisata-pulau-lombok

Disini kami dapat menyaksikan para perempuan dari suku Sasak sedang menenun songket di luar toko. Mereka ini adalah para pegawai yang di pekerjakan pemilik toko untuk menenun secara tradisional, mereka bekerja dari pukul 08.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA. Dengan posisi kaki di bujurkan ke depan sambil menenun helai demi helai benang, dan sehari mereka dapat menenun kain sepanjang 15 cm.

wisata-pulau-lombok

Perempuan-perempuan yang menenun songket ini adalah tulang punggung keluarganya , karena suami mereka pada musim kemarau sedang tidak bekerja . Karena sawah dan lading sedang di landa kekeringan sehingga tidak dapat di olah,  sawah yang di kerjakan suami mereka pun bukan milik sendiri melainkan milik orang lain . Suami mereka hanyalah buruh tani saja , di wilayah Lombok tengah ini tidak ada irigasi karena posisi sungainya pun lebih rendah dari sawah . Sawah-sawah disini tergolong sebagai tadah hujan , hanya panen sekali atau dua kali dalam setahun. Upah para perempuan tenun ini Rp 600.000 per bulan dan makan dua kali sehari, setiap hari mereka bekerja dari senin sampai minggu begitu setiap harinya. Saya merasa trenyuh mendengar gaji mereka dengan jadwal dan jam kerjanya , ternyata seperti ini lah kemiskinan di bangsa ini. Pantas saja banyak perempuan di Lombok mengadu nasib bekerja menjadi TKI di luar negeri seperti di Malaysia.

 

Dari desa Sukarara ini kami melanjutkan perjalanan ke desa wisata yang bernama Desa Sade yang masih berada di Lombok Tengah . Desa Sade ini adalah perkampungan yang memiliki model kampung suku Sasak yang sengaja di tujukan untuk wisatawan , rumah adat suku Sasak ini atapnya terbuat dari daun-daun padi yang sudah kering dan untuk lantai nya terbuat dari kotoran kerbau yang di campur dengan tanah. Setelah dari perkampungan suku Sasak kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta di selatan pulau Lombok untuk melihat sunset. Nama nya memang sama dengan pantai Kuta yang di Bali tapi bedanya disini lebih sepi , hanya ada beberapa turis yang sedang berjemur di sini.

 

wisata-pulau-lombok

 

wisata-pulau-lombok

 

wisata-pulau-lombok

Setelah berfoto-foto kami menuju hotel di pantai Senggigi , Lombok Barat. Kami check in di Hotel  Holiday Resort yang berada di pesisir pantai Senggigi

 

Hari Kedua Pulau Gili Terawangan

 

Tidak lengkap rasanya jika ke Senggigi jika tidak ke Gili Terawangan, pukul 09.00 WITA bus sudah datang menjemput kami menuju Pulau Gili Terawangan di Lombok Utara. Sepanjang perjalanan kami di suguhi pemandangan yang indah sebelah kiri jurang dengan lautan luas (selat Lombok) di bawahnya , sedangkan di sebelah kanan adalah bukit-bukit batu. Dari atas jurang kita dapat melihat garis pantai yang indah salah satunya yaitu pantai Malimbu , Masyaallah begitu indah ciptaan Allah.

wisata-pulau-lombok

Setelah menempuh perjalana selama 30 menit ,sampai juga di pelabuhan penyeberangan menuju Gili Terawangan dengan menaiki perahu shuttle yang berangkat saju jam sekali . Dengan membayar Rp 45.000 , tapi perahu ini akan berangkat jika jumlah penumpangnya mencapai 20 , jika belum 20 orang kita harus menunggu. Perjalanannya sekitar 40 menit dengan air laut yang jernih , selain Gili Terawangan terdapay juga dua pulau yaitu Gili Meno dan Gili Air.

 

Di Gili Terawangan ini memilki pasir yang putih serta memiliki taman alut yang indah , biasanya para wisatawan melakukan snorkling . Jika tidak ingin menyelam wisatawan juga dapaat elihat pemandangan bawah laut melalui perahu yang di dasarnya terbuat dari kaca dengan ongkos Rp 75.000 per orang. Sayangnya untuk ukuran kacanya hanya 50 cm lebarnya , rasanya kurang puas untuk melihat keindahan bawah lautnya.

 

Banyak turis yang berada disini dengan menggunakan pakaian yang ala kadarnya ( bikini ) , serasa seperti di Pantai Kuta Bali . di sepanjang tepian pantai Gili Terawangan berjejer puluhan penginapan dan hotel dengan harga mulai paling murah sampaai yang paling mahal , kemudian penuh dengang pemandangan bule-bule sedang berjemur.

 

Pulau ini juga di gunakan menjadi penangkaran penyu , disini kamu dapat melihat tukik di tangkar di dalam kolam akuarium besar.

wisata-pulau-lombok

Setelah puas ke Gili Terawangan saatnya kami kembali ke pulau Lombok , sekitar jam dua siang kami kembali dengan menaiki perahu ke Pulau Lombok. Pulau Lombok ini terkenal dengan mutiaranya , ada Mutiara air tawar dan air laut. Dimana pun kita entah di restoran , tempat wisata, pantai dan lain-lain akan di tawari Mutiara oleh pedagang asongan tapi kami harus cukup hati-hati karena tidak tahu entah itu asli atau palsu harganya pun mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu . Kami berbelanja di toko mutiara disana ada bermacam-macam perhiasan dari cincin , gelang , kalung dan bros . semua mutiara ini menarik , apalagi untuk para wanita pastinya ingin memborong mutiara-mutiara ini.

wisata-pulau-lombok

 

Hari Ketiga Mataram ke Bandung

 

Hari ini hari terakhir kami berada di Lombok setelah melakukan check out kami berjalan-jalan melihat kota Mataram , berbelanja akos , batik di Cakranegara. Di kota ini ada kawasan pemukiman yang isinya mayoritas penduduk suku Bali yang beragama Hindu , meskipun mayoritas Lombok di huni oleh orang beragama islam dan mendapat julukan pulau seribu masjid tapi sepuluh persen lainnya beragama Hindu.

 

Setelah selesai membeli oleh-oleh seperti dodol rumput laut, madu sumbawa , sambal taliwang dan masih banyak lagi , kami siap-siap kembali ke Bandara . Sebelum ke Bandara kami makan dulu untuk menikmati ayam taliwang di sebuah restoran , lalu menuju bandara karena pesawat Citilink menuju Bandung ukul 13.30.

 

Sekian pengalaman saya di Lombok , kapan-kapan lagi saya akan mereview perjalanan ke Lombok bersama keluarga saya .

loading...

0 Comments

Lupa Password

Register

Pin It on Pinterest

Shares