Di Atas Awan..! Eksotisme Wae Rebo Flores, Desa Favorit “Turis Manca”

Di Atas Awan..! Eksotisme Wae Rebo Flores, Desa Favorit “Turis Manca”

Malaspulang.com – Wae Rebo, Bagi sebagian orang daerah ini sangat asing, Namun, siapa sangka bahwa, Wae Rebo sendiri merupakan suatu kawasan desa di daerah Flores yang menyimpan segala sesuatu keindahan serta keunikannya sendiri dalam memberi eksotisme panorama pedistrian Indonesia yang sesungguhnya. Wae Rebo Flores sendiri terkenal dengan julukan “Negeri di atas Awannya” yang membuat setiap orang yang berkunjung akan semakin ingin merasakan sensasi bermalam di sana. Wae Rebo Flores sendiri merupakan salah satu kawasan pedistrian favorit turis manca. Nah, tim malaspulang.com teah berhasill merangkum beberapa fakta terkait Desa ‘Negeri Di atas Awan” ini. Penasaran? Berikut ulasannya !

a) Terdapat kawasan Mbaru Niang

Wae Rebo Flores
Lingkungan yang asri serta hijau, sebut saja “Wae Rebo”

Suasana yang begitu asri dan juga sejuk, membuat turis mancanegara yang ingin tahu lebih dalam budaya Nusantara. Tak jarang mereka yang datang untuk sekedar berbagi informasi seputar masing – masing budaya, bahkan tak jarang hingga bermalam disana.. Wae Rebo Flores sendiri selain terkenal dengan 7 rumah adatnya yang berbentuk kerucut, tempat ini juga mendapatkan julukan sebagai “Negeri di atas Awan” , dimana orang – orang menyebutnya “Mbaru Niang”.

b) Medan yang Sulit dan Tak Mudah di Jangkau

Wae Rebo Flores
Proses perjalananan menuju Desa wae Rebo melewati medan yang sangat sulit

Bagi siapapun yang ingin menginjakkan kaki di tempat ini,  tentunya membutuhkan persiapan yang matang, pasalnya akses ke tempat ini tidaklah mudah. Pasalnya, Perlu tenaga ekstra untuk melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih 3 sampai dengan 4 jam. Tergantung kondisi fisik karena trekking menuju desa Wae Rebo mendaki sejauh 7 km. Sungguh luar biasa, bukan?.  FYI, Wisata Wae Rebo Flores ini mendapat pendampingan khusus  dari Ecotourism Network, dimana lembaga ini bertugas untuk membantu memberdayakan sumber daya yang atut di eksplor, di area – area tak terjangkau.

Untuk Daerah Wae Rebo Flores sendiri terletak di barat daya kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Booking Tiket Pesawat Murah? Hanya disini

c) Mendapat Penghargaan dari UNESCO

Wae Rebo Flores
Keunikan inilah yang membuat UNESCO memberikan penghargaan pada “Desa Wae Rebo Flores” pada tahun 2012

Desa Wae Rebo Flores, merupakan salah satu destinasi wisata tersembunyi yang memiliki keindahan yang begitu luar biasa, namun aksesnya yang sangat disayangkan karena jauh dari perhatian Pemerintah. Namun hal itu tidak membuat pesona Wae Rebo memudar di kancah Mancanegara. Pasalnya, pada tahun 2012, Desa Wae Rebo di Flores mendapatkan penghargaan dari UNESCO dalam “Award of Excellence pada sebuah acara yang diadakan oleh UNESCO Asia Pasifik di Thailand”. Pasalnya keberadaannya sebagai aset leluhur yang telah ada sejak 1.114 abad lalu masih terjafga dengan baik hingga saat ini. Itulah yang membuat UNESCO memberikan predikat serta penghargaan tersebut kepada Desa Wae Rebo Flores, NTT

d) Peralatan yang perlu disiapkan

Wae Rebo Flores
Terlihat nampak beberapa backpacker mengecek beberapa barang yang di bawa untuk bermalam di Desa Wae Rebo, Flores

Bagi sebagian orang travelling tidak hanya untuk menyatu dengan alam, namun juga mengenal berbagai macam peradaban yang terdapat di dalamnya. Tak terkecuali saat ingin bermalam, Di Wae Rebo Flores contohnya, bagi siapapun yang ingin bermalam disana, harus memperhatikan peralatan apa saja yang dibutuhkan selama berkunjung ke sana. Maklum saja di Wae Rebo sendiri masih terbatas dari segi sumber dayanya yang dapat  digunakan.

Nah, tim malaspulang.com telah merangkum perlengkapan apa saja yang harus disiapkan sebelum beranjak ke Wae Rebo, Flores. Berikut ulasannya  : Sepatu Hiking, Ransel Backpack khusus Backpacker, Jacket & Kaos Kaki, Uang Tunai sepatutnya ambil di Laboan Bajo (Karena di daerah Wae Rebo tidak ada ATM), Baterai/Powerbank, Buku Bacaan untuk anak – anak Wae Rebo, pasalnya masayarakat disana masih sedikit yang bisa paham Bahasa Indonesia, mereka lebih mengutamakan Bahasa Ibu dalam setiap percakapan yang digunakannya.

loading...

0 Comments

Lupa Password

Register

Pin It on Pinterest

Shares